19 July 2021

Pergunu Kota Bekasi Adakan Pelatihan; Bekali Guru Literasi Digital

Jakarta, PP Pergunu

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kota Bekasi menaruh perhatian terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru di Indonesia sangatlah besar. Bahkan setiap tiga bulan sekali mengadakan pelatihan baik itu yang berhubungan dengan kompetensi guru, kewirausahaan (teacherpreneurship) dan literacy skil, minggu (18/07/2021)

Ketua PC Pergunu Kota Bekasi, Hery Kuswara mengungkapkan organisasi yang dipimpinnya bekerjasama dengan Universitas BSI Jakarta, Pawondigital.com dan temanacara.com untuk menyelenggarakan pelatihan daring tentang digital marketing dengan google untuk guru. Menurutnya, pelatihan ini merupakan kerjasama yang terus berkesinambungan, setidaknya sudah empat kali Universitas BSI hadir memberikan pelatihan kepada guru dengan berbagai materi yang menarik dan kekinian.

“Hadir sebanyak 50 guru dari berbagai sekolah dan madrasah di wilayah Kota Bekasi. Pelatihan ini merupakan kerjasama yang baik antara Pergunu Kota Bekasi dengan Universitas BSI agar guru cerdas dan terampil dalam  literacy Skill yang salah satunya adalah literasi digital (digital literacy). Dengan kemampuan literasi digital yang dimiliki, para guru diharapkan mampu menjawab tantangan jaman yang serba digital ini,” ungkap Hery yang juga Dosen Universitas BSI Jakarta.

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Aris Adi Leksono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Pergunu Kota Bekasi yang telah menghadirkan Universitas BSI, pawondigital.com dan temanacara.com  memberikan pelatihan gratis kepada para guru. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat penting mengingat pembelajaran saat ini berbasis digital.  Guru harus terus dibekali karena dapat membantu aktifitas pembelajaran.

“Pelatihan optimalisasi google untuk digital marketing ini selain memberikan keterampilan kepada guru dalam mempublikasikan dan mempromosikan karyanya, juga dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran berbasis daring (elearning) dan hybrid atau blended learning, terlebih dalam kondisi pandemi covid-19, pelatihan ini merupakan solusi cerdas untuk guru,” ungkap Aris yang juga wakil ketua PCNU Kota Bekasi.

Pada pelatihan kali ini, Pergunu Kota Bekasi menggandeng para praktisi dibidang digital marketing seperti Mas Islah pengusaha muda sukses sekaligus owner dari pawondigitila.com dan Mas Hilman Owner dari temanacara.com. Selesai tanya jawab dan kesan pesan dari peserta acara ditutup dengan do’a oleh Ustad Sopyan Dallis. Pelatihan tersebut dihadiri para trainer mumpuni di bidangnya ditambah dengan para praktisi digital marketing yang sangat berpengalaman. Di antaranya Taufik Baidawi, Sopiyan Dalis, Heri Kuswara, Cep Adi Wiharja, Sandra Jamu, Ade Suryadi,  serta dibantu para mahasiswa.

Kontributor; Erik Alga Lesmana

Continue Reading
3 July 2021

Pergunu DKI Jakarta Buka Peluang Kerja bagi Tenaga Terdidik di Jepang

Jakarta, PP Pergunu

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) DKI Jakarta, PT. Duta Global Insan Indonesia (DGII) dan Akademi Pariwisata Bandung melaksanakan Memorandum of Understanding (MOU) dalam program Goes To Japan di PWNU DKI Jakarta, Sabtu (3/7/2021).

Acara tersebut terselenggara dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak serta cuci tangan sebelum masuk ke ruangan. Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid mengatakan saat ini banyak orang yang mengeluh bingung dan susah cari kerja, bisa kita lihat banyaknya orang pengangguran yang bukan datang dari lulusan SMA saja, akan tetapi mereka yang sarjanapun sulit cari kerjaan dan ditambah lagi adanya pandemi Covid-19.

“Kami membuka seluas luasnya kader Nahdkatul Ulama untuk bekerja di Jepang. Semakin banyak sahabat-sahabat kita yang bisa berangkat ke Jepang maka secara otomatis setelah mereka pulang nanti akan banyak di negara kita ini akan ada generasi yang mandiri (membuka usaha sendiri) dan beretos kerja tinggi yang di harapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian bangsa dan ikut serta memajukan negara kita dengan ilmu yang di dapatkan selama bekerja di jepang”, ungkap Gus Luthfi.

Lebih lanjut Gus Luthfi menekankan bahwa peserta tenaga terdidik wajib mengikuti pelatihan sesuai Specified Skill Worker (Bekerja) dan pemahaman Islam Ahlussunaah wal Jamaah An Nahdliyah sebelum diberangkatkan ke negeri sakura tersebut. Direktur Utama DGII, Endraswari Safitri, menyampaikan tujuan acara ini adalah untuk menyosialisasikan peluang kerja bagi tenaga terdidik ke Jepang. Targetnya adalah anak-anak usia 18-30 tahun.

“Bagi para peserta, program Goes to Japan ini ada dua program yaitu Internship (magang) dan Specified Skill Worker (Bekerja). Program Specified Skill Worker (Bekerja), yaitu program bekerja selama 5 tahun, dengan memperoleh penghasilan yang memadai dengan status resedensial khusus dengan tingkat minimal sebesar Rp 25.000.000,- /bulan”, kata Veve, panggilan akrab Endraswari Safitri.

Hal yang sama juga disampaikan Komisaris DGII, Prof. Ace Suryadi, bahwa Program ini dilaksanakan secara bertahap dan sistematis di seluruh Indonesia. Menurutnya, program ini salah satu hal yang sangat berharga karena dapat bekerja sama dengan PW Pergunu DKI Jakarta, dan merasa PW Pergunu DKI Jakarta merupakan partner yang tepat karena memiliki visi yang sama dalam bidang pendidikan.

Program yang akan dibangun bersama antara DGII dengan Pergunu DKI Jakarta dan Akademi Pariwisata Bandung. Program ini bukan semata-mata memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam kebijakan Merdeka Belajar Kemdikbud. Tetapi sebuah upaya mendidik dan mengajar yang sangat hakiki, yaitu mendidik mahasiswa sekaligus mencari jalan keluar bagi mereka yang lulus untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang sangat layak, sesuai dengan kompetensinya. Kerjasama ini merupakan sebuah langkah besar dalam upaya mengembangkan kapasitas yang dimiliki dalam negeri.

Program ini merupakan pendekatan baru dalam mensinergikan program pengembangan SDM antara sisi persediaan (sekolah) dan kebutuhan (lapangan kerja) dalam satu keterpaduan. Akpari Bandung perlu melaksanakan kerjasama dalam upaya menghasilkan lulusan dengan kategori Specialized Skill Worker (SSW) agar dapat dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. Program ini bukan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri seperti yang ditengarai banyak masalah di masyarakat. Ini adalah upaya peningkatan relevansi antara lembaga pendidikan dengan lapangan kerja agar lulusannya memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Disadari bahwa mahasiswa tidak hanya sebatas dididik, memperoleh ijazah, dan selesai; tetapi masih ada tanggungjawab yang lebih mulya, yaitu menghasilkan lulusan yang kompeten untuk bekerja. Kini, para lulusan mengalami kesulitan untuk memperoleh pekerjaan di dalam negeri karena industri dan dunia usaha masih “lesu” karena pandemi. Oleh karena itu, Pergunu DKI Jakarta, Akpari Bandung menggandeng DGII yang berpengalaman dalam menempatkan lulusan SMK atau PT pada beberapa industri di luar negeri, khususnya di Jepang ”, kata Prof Ace yang saat ini sebagai Guru Besar UPI.

Sementara itu Direktur Akademi Pariwisata Bandung, Darmawangsa menyampaikan, program Goes to Japan adalah program untuk bekerja dan belajar di Jepang ini sangat baik untuk generasi milenial.

“Kami Akpari Bandung siap mengawal para calon peserta untuk mempersiapkan tenaga kerja terdidik yang profesional, dan mengajak semua pihak untuk menjalin kerja sama demi menyukseskan program ini, Alhamdulillah, yang sudah mendaftar ada 73 mahasiswa sedangkan target kami 100 mahasiswa untuk program Specified Skill Worker (Bekerja),” ungkap Darmawangsa.

Di sisi lain Direktur Lembaga Riset dan Edukasi Pergunu DKI Jakarta, Lalu Zulkifli, menyatakan program Specified Skill Worker (Bekerja) di Jepang merupakan upaya PW Pergunu DKI Jakarta membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

Kontributor : Kukuh Fany Fathullah

Continue Reading
Pergunu DKI Jakarta
3 July 2021

Pergunu DKI Jakarta Buka Program Magang Perawat dan Bidan ke Jepang

Jakarta, PP Pergunu

Susahnya cari kerja adalah masalah global yang dihadapi oleh banyak orang di berbagai negara. Kondisi ini diperparah dengan hantaman pandemi Covid-19 yang membuat jumlah pengangguran meningkat di Indonesia. Atas dasar itu Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) DKI Jakarta membuka program magang ke Jepang atau Goes to Japan yang berlatar belakang pendidikan Kebidanan serta Keperawatan.

Program Magang Perawat dan Bidan ke Jepang diperkuat dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Direktur Utama DGII dan Direktur Akademi Kebidanan ar Rahmah Bandung yang disaksikan beberapa dosen, orang tua mahasiswa dan Perwakilan Pimpinan Cabang Pergunu se-DKI Jakarta di PWNU DKI Jakarta (26/6/2021)

Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid mengatakan program magang bertujuan untuk mempersiapkan para lulusan yang siap kerja, yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga dilengkapi dengan keahlian-keahlian yang diperlukan di dunia kerja yang sesungguhnya. Kami membuka seluruh kader NU untuk mengikuti program magang perawat dan bidan ke Jepang.

“Para peserta magang akan menerima berbagai pelatihan dan pengetahuan sebelum diberangkatkan ke negeri sakura tersebut, di antaranya pelatihan bahasa Jepang, budaya, mental, kedisiplinannya dan Islam Aswaja an Nahdliyah”, kata Gus Lutfi.

Sementara itu Komisaris DGII, Prof. Ace Suryadi mengatakan khususnya program intrernship, memungkinkan para mahasiswa untuk berenang bukan hanya di kolamnya sendiri dan dengan gayanya sendiri, tetapi juga berenang di sungai besar bahkan di laut lepas dengan gaya yang lebih kaya, itu salah satu kebijakan Kampus Merdeka. Dalam 10 tahun kedepan, Jepang membutuhkan sekitar 8-10 juta pekerja terdidik Indonesia untuk bekerja di berbagai jenis dan sektor industri.

“Indonesia memerlukan investasi Rp. 25 triliun untuk membentuk 1 juta lulusan SMK-sarjana yang siap kerja di Jepang, tetapi potensi devisa negara bisa mencapai sekitar Rp. 1.000 triliun; sebuah investasi yang tidak mudah dicapai oleh BUMN yang besar sekalipun”. Tutup Prof. Ace, yang Guru Besar UPI Bandung.

Hal yang sama di sampakan Direktur Utama PT. DGII, Endraswari Safitri mengatakan ada dua program yaitu Internship (magang) dan Specified Skill Worker (Bekerja). Untuk Internship ditujukan bagi mahasiswa aktif dengan mendapatkan penghasilan sekitar Rp 14.000.000,-/bulan.

“Keuntungan lainnya dalam program ini adalah mendapatkan pengalaman untuk hidup, bergaul dan berkarier di negara yang maju teknologinya”, kata Veve.

Sementara itu Direktur Akademi Kebidanan ar Rahmah Bandung, Darmawangsa, mengatakan bahwa program ini sangat bagus di tengah pandemi peluang ini sangat berguna bagi mahasiswa kami.

“Alhamdulillah, yang sudah mendaftar ada 50 mahasiswa sedangkan target kami 100 mahasiswa. Ini merupakan terobosan baru bagi mahasiswa kami selain menambah ilmu pengetahuan dan wawasan disisi lain mahasiswa akan mendapatkan income yang berguna bagi kesejahteraan hidupnya”, kata Darmawangsa.

Di sisi lain Direktur Lembaga Media Production Pergunu DKI Jakarta, Abdul Toha, menyatakan bahwa program magang di Jepang merupakan upaya PW Pergunu DKI Jakarta ikut andil dalam mengurangi angka pengangguran selain itu program ini dapat menularkan etos kerja dan displin yang tinggi.

Acara Penandatanganan MOU antara Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Direktur Utama DGII dan Direktur Akademi Kebidanan ar Rahmah Bandung terselenggara dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak serta cuci tangan sebelum masuk ke ruangan.

Kontributir: Kukuh Fany Fathullah

Continue Reading