27 November 2022

Peringati HGN; PERGUNU Bantul-DIY Kembangkan Kecakapan Digital Guru dengan Pelatihan bersama REFO Indonesia

Jawa Tengah, PP Pergunu

Bantul (25/11/2022), Tak dapat dipungkiri era digital saat ini menuntut kompetensi guru yang mumpuni. Menyikapi program Digitalisasi Sekolah dan Madrasah, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) sebagai salah satu organisasi profesi, berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru dan selalu berpihak pada perjuangan pemenuhaan hak-hak guru.

Pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2022, PW PERGUNU DIY berkolaborasi dengan PC PERGUNU Bantul menyelenggarakan Pelatihan Transformasi Digital Pembelajaran bersama REFO Indonesia. Seperti tagline yang diusung HGN 2022 “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar,” kegiatan diadakan sebagai upaya membangun kepercayaan terhadap teknologi dan keahlian memasuki masa depan di era normal baru bagi guru-guru NU di Kabupaten Bantul.

Berlangsung di Laboratorium Komputer MAN 3 Bantul, kegiatan pengembangan Literasi Digital ini diikuti sekitar 50-an peserta dari lintas jenjang. Pelatihan yang bertajuk “Overview Pemanfaatan Google Workspace for Education dalam Pembelajaran Bersama REFO” ini dihadiri Pengurus PW PERGUNU DIY, Fauzan Satyanegara, M.Pd.I, Mustamid, M.Pd., dan Iman Wahyudi, S.Pd.I, Ketua umum PC PERGUNU Bantul, Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd. beserta jajaran Pengurus dan anggota PERGUNU Bantul, serta Kepala MAN 3 Bantul, Drs. Syamsul Huda, M.Pd.

Bertindak sebagai tuan rumah, Syamsul Huda dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi pelatihan semacam ini.  Dia berharap guru-guru yang tergabung dalam PERGUNU terus maju dan sukses, terutama dalam mewujudkan merdeka belajar dan mengajar.

Dalam sambutannya, Sekjend PW PERGUNU DIY, Fauzan Satyanegara menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan penguatan kepada guru-guru NU di Kabupaten Bantul agar lebih cakap berinovasi dalam mengelola pembelajaran digital. “Harapan kami setelah diadakannya pelatihan ini, para guru menjadi cakap mengelola kelas dengan digitalisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Chairis selaku perwakilan REFO mengatakan bahwa REFO memiliki semangat yang sama dalam melakukan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas guru demi terciptanya pembelajaran yang lebih baik.

Pada sesi overview tentang Google Workspace for Education (GWfE), seluruh peserta mendapatkan akun demo dari REFO. Lead Coach REFO, Steven Sutantro dan Coach Hidayatur Rahman hadir secara langsung melatih para guru bagaimana pemanfaatan GWfE agar merasakan perbedaannya dengan akun pribadi (@gmail.com).

Lebih lanjut, coach Steven memberikan demo dan gambaran tentang kelebihan-kelebihan Google Workspace for Education, dibantu coach Hidayat dari Situbondo. Mereka berdua memandu peserta dengan sabar cara menggunakan akun GWfE dan beberapa tool yang ada. Di antaranya bagaimana mengelola dan sharing file dalam penyimpanan Google Drive, pemanfaatan presentasi menarik dengan Google Slides serta berkolaborasi dalam Google Doc.

Di akhir sesi, peserta diminta mengisi daftar hadir digital sebagai persyaratan mendapatkan e-sertifikat dari REFO. Ketum PC Pergunu Bantul, Miftakhul Bakhri, dalam testimoninya mengucapkan terima kasih kepada Tim REFO yang berkenan memberikan materi overview kepada guru-guru NU di Bantul dan men-support secara penuh hingga pelatihan ini dapat digelar dengan lancar. Ia berharap jalinan kerja sama dengan REFO dapat berlanjut di kesempatan berikutnya.

Hujan deras tidak menyurutkan semangat guru-guru untuk tetap hadir pada pelatihan ini. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif dan antusias mengikuti hingga sesi pelatihan berakhir pada pukul 15.00. Namun mereka menyayangkan durasi pelatihan yang cukup singkat. Kendati demikian, mereka mengaku sangat puas dan senang dapat mengikuti pelatihan ini dan menginginkan durasi waktu pelatihan ditambah serta materinya diperluas lagi.

Rina Harwati dari MTsN 6 Bantul yang bertindak sebagai Ketua Panitia mengungkapkan harapannya perlu diadakan pelatihan lanjutan untuk mengeksplor fitur dan tool yang ada di GWfE. “Menyenangkan dan sangat efektif model pelatihannya. Hanya, (durasi waktunya, red) kurang lama. Baru mendapatkan materi overview saja dan belum mengeksplor lebih jauh,” tuturnya.

Salah seorang guru SMP Pembangunan Piyungan, Herni Asih, yang menjadi peserta berpendapat bahwa ia dan beberapa teman guru lainnya sangat senang karena mendapatkan banyak ilmu dan langsung merasakan manfaatnya. “Google workspace sangat memudahkan pekerjaan guru. Pelatihan ini sangat menyenangkan, karena langsung praktik sehingga para peserta dapat langsung paham dan juga tidak jenuh,” pungkasnya.

Continue Reading
21 November 2022

Tingkatkan Kopetensi Guru, PP Pergunu Beri Pelatihan Dengan Aplikasi Mobile dan LMS

Jakarta, PP Pergunu

Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP PERGUNU) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Evaluasi dan Penyusunan Laporan Program Pendidikan dan Pelatihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Berbasis LMS bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (KEMENDIKBUDRISTEKDIKTI RI) Jumat-Minggu, (11-13/11/2022) di Hotel Grand Whiz Hotel Trawas Mojokerto, Jawa Timur.

Wakil Ketua Umum PP PERGUNU, Ahmad Zuhri menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru Nahdlatul Ulama yang berbasis Aplikasi Mobile dan LMS (Learning Management System) Gurumerdeka.org. Saat ini, guru harus mampu meningkatkan kopetensinya dengan memanfaatkan digital yang dapat membantu para guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

“Program ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Kedepannya kami harap para guru tetap solid. Sekaligus dapat membantu para guru di seluruh Indonesia dalam mengembangkan digital dalam membantu belajar,” ungkap Zuhri.

Zuhri menjelaskan bahwa terdapat beberapa materi yang menjadi konsentrasi uatama program ini antara lain terdiri dari materi kompetensi guru, paradigma guru, dan beberapa kurikulum yang ada di Indonesia. Harapannya, lanjut Zuhri, bahwa guru yang menguasi digital salah satunya harus disesuaikan dengan kurikulum maupun karakteristik pendidikan di Indonesia.

“Pergunu juga memiliki dua grand desain program untuk penguatan organisasi, yakni Guru Pemersatu Bangsa dan Teacherpreneur. Dua grand desain program itu dimaksudkan agar para guru mampu bersaing dan siap melahirkan generasi yang unggul serta mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Kegiatan semacam ini perlu ditingkatkan dan didukung penuh oleh seluruh guru. Menurut Zuhri, kegiatan semacam ini sangat membantu para guru dalam menghadapi tantangan seperti intoleransi yang harus disikapi oleh para guru.

“Perlu diaplikasikan secara massif. Guru Pemersatu Bangsa untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi. Pergunu merupakan wadah yang dapat melahirkan para guru dengan kulitas dan sikap yang penuh kedamaian,”

Zuhri menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan akan terus dikembangkan sampai para guru di seluruh Indonesia mendapatkan pelatihan yang sama. Untuk itu, Ia berharap para guru yang sudah tergabung dan mendapatkan pelatihan agar dapat memanfaatkan sebaik mungkin. Sekaligus dapat membuka pelatihan kepada guru yang belum mendapatkan pelatihan.

Kontributor : Erik Alga Lesmana

Continue Reading
6 November 2022

Perkuat Kapasitas Guru, Program Organisasi Penggerak Pergunu, Selenggarakan Final Tes

Jakarta, PP PERGUNU

Program Organisasi Penggerak Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu)-Kemendikbudristekdikti melaksanakan kegiatan Final Tes (Ujian Akhir) Program Pendidikan dan Pelatihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada ahad, 30 Oktober 2022 di Hotel Trend Central, Jl. Pramuka, Natuna.

Sebanyak 44 orang peserta mengikuti kegiatan. Dipilihnya Natuna sebagai salah satu lokasi pelatihan tentunya bukan tanpa alasan, saat ini Natuna diharapkan menjadi daerah pemersatu bangsa Indonesia yang maju serta inovatif sehingga pihak Kemendikbud sangat antusias dan menyambut baik program POP Pergunu melalui LMS Gurumerdeka.org ini.

Menurut Zuhri selaku penanggung Jawab program menyampaikan bahwa Memajukan Indonesia dari Natuna, pertimbangan kami dan Kemendikbud Natuna merupakan wajah Indonesia dari 3T, bukan lagi Teluar, Terdepan dan Tertinggal tapi Termaju. Dari sini kita bisa melihat wajah Indonesia, harapan kami program ini dapat berimbas baik untuk guru-guru di Natuna khususnya.

Program dari Pergunu ini harapannya juga terintegrasi dengan program Guru Penggerak di Kemendikbud, yang lolos dari program tersebut akan mendapatkan sertifikat dan sangat berguna saat penyusunan angka kredit.

Selain itu Dede, selaku ketua panitia daerah juga menjelaskan bahwa PP Pergunu akan menyiapkan skema apresiasi, support penunjang pembelajaran yang terbaik melalui beasiswa S1, S2 dan S3 dan alat pembelajaran bagi peserta terbaik. Semoga peserta yang terbaik bisa kita ajak studi bandingkan ke luar negeri untuk melihat bagaimana model pembelajaran di sana.

Continue Reading