Selamat datang di website Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

Diujikan Besok, Disertasi Naskah Perjuangan Kyai Abdul Wahab: Edisi Teks Dan Kajian Historiografi Nahdlatul Ulama

27 June 2022

Jakarta, PP Pergunu

Disertasi berjudul “Naskah Perjuangan Kyai Abdul Wahab: Edisi Teks Dan Kajian Historiografi Nahdlatul Ulama,” akan diujikan besok, 28 Juni 2022 di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran. ... 

Read more

26 Juni 1887, KH Abdul Halim Leuwimunding Lahir

26 June 2022

Jakarta, PP Pergunu

KH Abdul Halim merupakan salah seorang muassis Nahdlatul Ulama (NU) yang lahir pada 3 Syawal 1304 H yang bertepatan dengan 26 Juni 1887 M di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Ia merupakan putra dari pasangan Kiai Muhammad Iskandar, salah seorang penghulu Kadewanan Jatiwangi dan Ibu bernama Muthmainnah binti Imam Syafari. ... 

Read more

Niat Baik Mengantarkan Orang Lain Menjadi Baik

27 February 2022

Oleh: Imam Syafe’i*

Selama tahun 2000 sd 2003, di sela-sela melaksanakan Tugas Belajar Program Doktor di Universitas Negeri Jakarta, saya dapat kesempatan di Direktorat Madrasah Kementerian untuk menjadi Konsultan Manajemen program Kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB). Fokus pekerjaannya ketika itu mendampingi MAN Model Samarinda, Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) MAN Model dan Madrasah Development Center (MDC) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur. Hampir setiap hari selama empat tahun berintaraksi terus dengan Kepala Madrasah, Pengawas, Guru, dan Bidang Madrasah. Tidak hanya dengan para pengelola, penggiat, dan pemerhati madrasah yang ada di Kalimantan Timur kami mendiskusikan madrasah tetapi kami juga cukup intens  bertemu dengan teman-teman dari pelbagai daerah dari seluruh tanah air. Saat itu, yang didampingi tidak hanya Madrasah Aliyah Negeri Model saja tetapi dalam waktu yang bersamaan Kementerian Agama juga sedang menangani Program Science and Technology Project-Two (STEP-2) pada sekitar 33 Madrasah Aliyah Swata di seluruh Indonesia yang mencoba mengembangkan program ketrampilan dalam pelbagai jenis. Program ini terobsesi dengan keberhasilan program STEP-1 pada dua madrasah yakni MAN IC Serpong dan Gorontalo yang diinisiasi oleh BPPPT dan kemudian diserahkan pada Kementerian Agama. ... 

Read more

Santri dan Kesenjangan Digital Tantangan Vs Peluang

12 January 2022

Oleh : Heri Kuswara*

  1. Santri dan Kesenjangan Digital

Santri  merupakan salah satu elemen bangsa terdepan dalam turut serta memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terbukti banyak sejarah mengungkap tentang kisah heroik santri sebagai garda terdepan dalam berjuang untuk kemerdekaan ini. Santri yang merupakan siswa dari pondok pesantren sangat komprehensif dalam mempelajari berbagai ilmu keagamaan khususnya mempelajari kitab kuning sehingga melahirkan santri yang berilmu dan berakhlak. Namun demikian, era globalisasi yang sangat super cepat, salah satunya adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya teknologi digital  berdampak pada kesenjangan yang sangat tinggi antara santri dan kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi digital. Kesenjangan digital ini, merupakan tantangan bagi santri untuk mampu menjadikannya peluang sebagai media strategis dalam menjawab tantangan jaman. Melalui teknologi digital akan lahir generasi santri yang bukan saja cerdas dan ahli dalam ilmu agama namun cerdas dan terampil dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media strategis dalam pembelajaran dan pengamalannya. ... 

Read more

Strategi Cerdas Mewujudkan Kemandirian Wirausaha Santri dan Pesantren di Era Disrupsi

12 January 2022

Oleh : Heri Kuswara*

Keberadaan Santri dan Pesantren telah banyak memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa ini. Kemandirian santri telah teruji semenjak berangkat menimba ilmu di pesantren. Selain tempat terbaik dalam pembinaan akhlak dan menimba ilmu agama, pesantren banyak melahirkan santri yang mandiri dalam hidup dan kehidupannya. Era disrupsi adalah era terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru. Disrupsi merupakan istilah dimana optimalisasi teknologi dan kreatifitas menjadi kunci utama dalam membuka peluang baru (pasar baru). Era disrupsi ditandai dengan bermunculannya teknologi baru (canggih) dan model bisnis baru (startup)  yang mampu mendisrupsi (mengusir/Mengusik) teknologi dan model bisnis yang sebelumnya dianggap hebat. ... 

Read more
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA.

Kiai Asep Sosok Pembaharu Pendidikan Islam Abad 21

18 October 2021

Oleh Boy Ardiansyah*

Ketika membicarakan pembaharu Islam atau pembaharu pendidikan Islam. Yang muncul dalam ingatan kita adalah nama Rasyid Ridho, Muhammad Abduh, Muhammad Iqbal sampai Fazlur Rahman. Tentu menjadikan pertanyaan besar bagi saya, apakah tidak ada pembaharu pendidikan Islam dari Indonesia? Saya menjawab sendiri, tentu ada. Tokoh seperti KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, KH Wahid Hasyim, saya rasa layak kita sebut dengan pembaharu pendidikan Islam. Kualitas dan perannya dalam dunia pendidikan tidak kalah dengan tokoh-tokoh besar yang saya sebut di awal. ... 

Read more

Profil Pelajar Pancasila Wewujudkan Program Nawacita

24 May 2021

Dr. Romi Siswanto, M.Si.*

  1. PENDAHULUAN

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dalam bagian akhir bagian Pembukaan mengamanatkan agar melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, inti dari kalimat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah penyelenggaraan pendidikan. ... 

Read more

Beasiswa Pendidikan Guru, Siapa Yang Bertanggungjawab?

24 May 2021

Dr. H. Heri Kuswara, M.Kom*

Pagi hari sambil seruput kopi manis sedikit pahit, saya sangat terenyuh membaca informasi pada detik.com (Rabu, 19 Mei 2021 07:25 WIB) dengan headline news yang sangat memprihatinkan yaitu “Komisi X Prihatin Guru Dipecat Gegara Pinjol: Potret Buram Pendidikan di RI!”. Keprihatinan itu sangat beralasan mengingat alasan pinjol tersebut digunakan untuk  menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) yang disyaratkan tempatnya mengajar. Huda (Syaiful Huda)  selaku Ketua Komisi X DPR yang salah satunya membidangi pendidikan  mengatakan “Kasus ini harus ditangkap sebagai potret buram pendidikan di Tanah Air, terutama bagaimana masih minimnya perhatian pemerintah kepada nasib guru honorer,”. Bahkan huda akan memperjuangan beberapa hal diantaranya: (1) kemungkinan pemberian beasiswa agar yang bersangkutan bisa menyelesaikan pendidikan S1-nya, (2) Mencarikan skema terbaik untuk membantu proses penyelesaian utang guru tersebut dan (3) berharap pemerintah segera merealisasikan pengangkatan sejuta guru honorer menjadi ASN. ... 

Read more

Puasa dan Kesenangan

27 March 2021

PUASA DAN KESENANGAN

Oleh : Erik Alga Lesmana*

Pada dasarnya manusia tidak ingin merasa lapar, ia ingin selalu makan agar terjaga dari rasa kenyang. Manusia tidak bisa lari dari kesenangan, kesukaan, selera, kemauan, keinginan dan kepentingan pribadinya. Bahkan semua yang kita lakukan terikat kuat untuk memenuhi kesenangan pribadi kita. ... 

Read more

Refleksi Hari Guru|Pergunu Kota Depok

22 November 2020
Guru adalah orang pertama sebagai peletak pondasi masa depan bangsa dan negara. Termasuk guru ngaji tradisional yang kehadirannya di tengah masyarakat masih masih sangat dibutuhkan. Merekalah yang memberikan pendidikan agama kepada anak-anak, terutama cara membaca Al-Quran.   Di antara guru yang berdedikasi dalam mengajar itu adalah Rabiatul Adawiyah. Sudah tiga tahun ini ia aktif menjadi anggota Persatuan Guru NU (Pergunu). Pertama kali ikut kegiatan Pergunu di Kota Depok, walaupun tinggalnya di wilayah Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kesehariannya Wiwi, sapaan akrabnya, menjadi guru di PAUD Al-Kautsar di Citayam.   Guru tamatan SMK Nusantara tiga tahun silam ini, mengabdikan diri mengajar ngaji di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Dengan jadwal sore hari hingga malam, Wiwi tercatat sebagai mahasiswi S1 di Universitas Indraprasta (UNINDRA) Jurusan Matematika di kawasan Jakarta Selatan.   “Alhamdulillah saya bisa melanjutkan jenjang kuliah saat ini. Berkat dorongan orang tua dan para guru. Tidak banyak dari teman-teman seangkatan yang bisa melanjutkan belajar, karena keterbatasan ekonomi maupun tuntutan keluarga. Di kampung saya, biasanya tamatan SMK harus bekerja utuk membantu ekonomi keluarga,” tutur Wiwi.   Kondisi keluarga tak menyurutkan semangat Wiwi untuk terus belajar. Di tengah pandemi Covid-19 ini, tentu saja keadaan ekonomi keluarganya ikut terimbas. Salah satunya adalah ayahnya terkena pemutusan hubungan kerja. Wiwi dipaksa berpikir keras, ikut membantu ekonomi keluarga sekaligus mempertahankan kuliahnya.   Ia mencoba sejumlah cara. Berjualan penganan seperti cireng, pisang goreng kriuk, cilok dan bakso, yang semuanya dijajakan secara online.   Ia terbiasa bangun pukul empat  pagi untuk membeli bahan-bahan kue tersebut di pasar. Pagi hari jajanannya harus sudah siap dijajakan.   “Sekarang saya membantu keluarga dengan berbagai cara. Saya bersyukur bisa menjalaninya dengan baik. Saya tetap bisa mengajar dan menjalani perkuliahan,” ujarnya dengan nada tegar.   Selesai menyiapkan dagangan, Wiwi akan mengajar di PAUD. Lalu dilanjutkan dengan kuliah online hingga malam hari. Ia mengakui mengajar di PAUD ini menjadi tantangan tersendiri. Sudah beberapa bulan ini tidak ada lagi pemasukan dari iuran bulanan orang tua murid. Semua terimbas, tapi pendidikan anak harus tetap berjalan.   “Insya Allah dengan niat tulus, saya tetap harus mengajar murid-murid. Saya percaya Allah akan memberikan jalan keluar terbaik.”   Aktifitas Pergunu juga tak ia tinggalkan. Ia rajin menghadiri kegiatan rapat dan seminar online. Wiwi mengaku sangat senang bisa ikut dan menjadi anggota persatuan guru NU ini. Selain menambah relasi, ia merasa banyak mendapatkan ilmu.   Bagaimana dengan berbagai bantuan Pemerintah yang saat ini banyak beredar di media sosial?   “Sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya kan di kampung, dan belum tahu caranya,” kata Wiwi berterus terang.   Ia berharap Pergunu bisa membantunya mengakses bantuan pemerintah itu. Ia juga ingin tetap melanjutkan kuliah hingga berkesempatan untuk diwisuda. Yang pasti, mengajar sudah menjadi jiwa perjuangannya.  
Read more